Jejak sejarah perkembangan moda transportasi berbasis rel di wilayah pesisir Sumatra menyisakan cerita panjang mengenai rute-rute kuno yang kini sudah tidak beroperasi lagi. Pada masa lalu, jaringan rel ini menjadi urat nadi utama pengangkutan hasil perkebunan seperti karet dan kelapa sawit menuju pelabuhan ekspor. Seiring berjalannya waktu, rute tersebut ditinggalkan dan berubah status menjadi Jalur Kereta Mati yang terpotong oleh permukiman serta jalan raya modern. Keberadaan bekas perlintasan kuno ini sering kali menyimpan bahaya tersendiri bagi para pengguna jalan karena tidak dilengkapi dengan fasilitas pintu perlintasan resmi.
Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan PT KAI melakukan pemetaan dan penataan keselamatan di sepanjang bekas Jalur Kereta Mati yang kini memotong jalan umum. Pemasangan papan peringatan, cermin tikungan, serta marka jalan dilakukan di titik-titik perlintasan yang masih sering dilintasi oleh kendaraan warga. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat licinnya sisa rel saat hujan atau ketidaktahuan pengemudi akan keberadaan perlintasan kuno tersebut. Penataan aspek keselamatan jalan dilakukan secara menyeluruh guna melindungi keselamatan para pengguna jalan.
Selain upaya keselamatan lalu lintas, potensi nilai sejarah dari sisa-sisa infrastruktur perkeretaapian tua ini juga mulai dilestarikan oleh komunitas sejarah lokal. Bangunan stasiun tua dan jembatan besi kuno dirawat sebagai objek wisata sejarah yang mengedukasi generasi muda mengenai perkembangan ekonomi daerah pada era lampau. Pengelolaan kawasan sejarah yang tertib terbukti mampu mengubah kesan kumuh dan seram pada bekas jalur rel menjadi ruang publik yang bersih, indah, dan bernilai edukatif tinggi.
Pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi reaktivasi jaringan rel masa depan dengan menertibkan bangunan-bangunan liar yang mendirikan tempat tinggal di atas lahan milik negara tersebut. Sosialisasi kepada warga yang bermukim di sekitar bantaran rel dilakukan secara humanis agar mereka memahami batasan area aman jalur kereta api. Penjagaan aset transportasi nasional ini penting dilakukan demi menjaga fleksibilitas pengembangan jaringan transportasi terpadu di masa yang akan datang.
Penataan keselamatan di bekas lintasan Jalur Kereta Mati mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan lalu lintas di seluruh wilayah. Pengelolaan aset sejarah perhubungan yang baik terbukti sanggup memberikan manfaat edukasi sekaligus estetika bagi lingkungan sekitar. Diharapkan masyarakat dapat selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu keselamatan saat melintasi bekas perlintasan rel tua. Kesadaran keselamatan berkendara adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
